Selasa, 12 Maret 2013
a glass of syrup
sirup, kalau yang diminum cuma sirupnya aja pasti rasanya terlalu manis. baiknya di campur dengan air baru bisa dinikmati. dan hidup saia, terlalu kamu. cuma kamu dan mengabaikan semuanya selain kamu.
my lovely box
why? why i love this box? I am not kind of person who can easily deliver out all my toughts. even i really want to. yes i have friends to share. but, i dont know.. and when i have many things in my mind, and i cant share it to anyone at once, i will seek for this place. a box in a warnet.
Minggu, 03 Maret 2013
make it at the right time
heuuuuhhhhh....
*mo ngomel2 mode on*
seperti biasa hari kamis saia berangkat ke gunung. diperjalanan masih bisa smsan sama menk, walaupun waktu itu kayaknya menk lagi sedikit sensi sampai2 dia ngga nangkep becandaan saia.
di gunung, karena alasan yang tidak saia temukan, sinyal XL ga ada sodara2! ga bisa ngabarin ibu, juga ga bisa ngabarin menk. dan situasi itu bertahan sampai hari kepulangan saia ke banjar.
dan seperti biasa (lagi) saia pulang ke BJM hari sabtu, di perjalanan pulang begitu dapet signal XL saia langsung sms menk dan nelp ibu. laporan pengiriman sms waktu itu pending...ditunggu...sampai akhirnya laporan sms failed. bo! where is my menk ya? ditelpon...mba2 operator yang jawab.entah hapenya mati entah di Barabai sana gada sinyal XL juga.(damn XL!)sampai besok paginya which mean hari ini ditelpon2 masih ga konek juga.
akhirnya saia putuskan buat nanya ke rama.
siang ini saia coba buat nghubungin lagi...dan ternyata tut..tut..nyambung!
tapi qo ga diangkat2?
sampai 3X akhinya saia nyerah juga.
desparado
ga nghubungin lagi.
tapi kemudian ada sms menk "maaf ga keangkat, tadi lagi mandi"
bo! gitu doank! hampir 4 hari lost kontek dan isi smsx begitu aja??
sementara aku di sini udah panik kemana-mana aja gitu! ekspress his feeling kek setelah lama ga 'ketemu'.even beneran waktu ditelpon dia lagi mandi,telpon kek,udah berapa lama coba ga telponan selama dia pergi.atau kalau lagi ga ada pulasa sms kek "akhirnyaaaaaa bisa nghubungin km lagi..maaf td lg mandi..kangen pep..knp ga bisa dihubungi slm di gunung?"
ky gt.berlebihan ya?maksud aku.....ssssshhhh....ada yang ngerti ga sih?
tapi, karna sms menk begitu aja akhirnya saya putuskan untuk ga mbalas smsnya.
trus dia sms lg
menk : "yankkkk......lg apa?"
saia : "lagi meolah soal"
smsan pun berlanjut dengan saia mengeluhkan kenapa dia ga bisa dihubungi,tapi,di balas dengan
"kena lagi smsannya lah.menk handak bejalanan"
"bejalanan menk??"
"ke hatimuuuuu.....hehhehehhe"
bo!ini bukan saat yang tepat buat becanda! balasan saia:
"cpp kada paham nah"
emosi jiwa melanda.air mata tinggal nunggu jatuhnya. walaupun sempat mikir:jangan2 menk mau ke banjar nih.tapi mengingat menk pernah bilang dengan happily that he will stay in Brb for a month,jadinya, saia usir pikiran itu jauh2.mikir ky gt di saat seperti ini tu ibaran mimpi di siang bolong!
sms balasan menk pun datang:
"nah...lo...emosi lo sayang...lagi beapa cpp?"
man!balasan sms pun akhirnya berupa omelan,omelan,omelan,pertanyaan,pertanyaan,dan pertanyaan.tapi, belum sempat sms dikirim tiba2 tombol hape berkelap-kelip,tanda ada sms masuk.sms yang sudah di ketik pun di simpan ke draft dan mbuka sms baru.dan isinya:
"ne menk lagi otw ke bjm nah,,,,,,,,heee........kena menk sms mun dah sampai,,,,sayang cpp :* "
jrenk.......
seketika pasif
ini...
ini saia harus gimana?????
marah?
nggak?
seneng kah?girang kah?nungging kah?bingung kan........
siapa yang ga tau saia bisa nyengir seharian kalo hari itu adalah hari kepulangan menk,,,tapi siapa yang ga marah kalo someone that u really miss a lot just act cool toward u??
marahnya masih ada, tapi senengnya sedikit2 muncul juga..akhirnya sms balasan saia:
"iya..hati2 d jalan..mudahan selamat sampai tujuan.. :) sayang menk..."
entah gimana emosi yang terbaca dari sms saia itu, tapi yang pasti sms balasan menk cuma
"makasih....."
nah,kan,akhirnya yang tadinya mestinya bisa girang happy2 syalalalalla dua2nya jadinya malah kayak gini kan.....agak2 garink gimana gitu...
pesan moralnya adalah, kalo mau becanda liat2 sikon, unless, u'll ruin the atmosphere.heee
tapi walau bagaimana, saia senang menk datang ^^
see you next time
^.~
Senin, 24 Desember 2012
saya, dan dunia nyata
saya dan keinginan2 tak sampai saya
betapa saya menginginkan sesuatu, yang sederhana, tapi tak bisa terpenuhi
betapa saya tetap ingin bekerja di lia saja, tempat kerja yang menyenangkan, bayaran yang lumayan, jam kerja yang dimulai dari jam 2 siang sampai jam 9 malam (paling lama, seringnya cuma sampai jam 6 sore), tempat kerja yang sangat dekat dari rumah (bahkan bisa ditempuh dengan 15 menit jalan kaki). tapi harus berbenturan dengan keinginan ibu yang ingin anaknya jadi PNS. akhirnya jadilah saya harus berkendara 4 jam ke tempat kerja, yang jalannya sangat2 tidak layak untuk berkendara, yang di tempat itu fasilitas amatlah sangat terbatas.
kadang menyesal
tapi seketika itu juga ingat, memaksa diri untuk sadar, bahwa penyesalan tak ada gunanya. bahwa apa yang sudah diberikan Allah ta'ala harus dijalani dengan penuh keikhlasan, insya Allah ada hikmahnya.
betapa saya menginginkan laki-laki yang sholeh, yang mencintai ibunya, yang mencintai saya, dan juga saya cintai. dan ketika saya menemukannya, saya harus berbenturan lagi dengan kenyataan bahwa untuk bisa memiliki seseorang seberharga itu tidaklah mudah. bahkan saya tidak bisa memprediksikan berapa persen posibility-nya untuk kami bisa bersama.
ibu, maafkan saya... sebenarnya ada sesuatu yang harus saya sampaikan, memberitahukan keadaan yang kami hadapi, menanyakan perkenan-mu, tapi, saya terlalu takut akan respon mu nantinya...karnanya...saya memilih diam
menk, maafkan saya... memberimu beban fikiran... tapi tolong, bersemangat lah, optimis lah, pasti ada jalan keluarnya, jangan lepaskan saya...
Senin, 03 Desember 2012
skirt
please..
let me upload some photos of skirt
i just love it, i mean, the skirt.hee
the skirt above has really sweet color right?:)
howwww..lovely!:)
Kamis, 15 November 2012
someone has change
there's a self-conflict in me. I used to be someone who can easily decide something. To pick one of the options or just leave them all. But now, i cant decide anything. Its too hard to leave, n too sufocating to live..
Selasa, 25 September 2012
it was an hour a go i cried by my self for some worries
last nite, i dream, about his mother. just a simple 'scene' actually. she called me and ask "can u call him?" and i answered "yes" "ask him to call me" she said. the situation in that dream was almost the same like what happened in my real life that i couldn't reach him, and its make me feel like "it was so real".
soon as i woke up, i wondering by my self "what was that dream means?"
even i met him today,i didn't have any opportunity to tell. so i just keep it by my self.
until few hours a go, he updated his status about how important a mother's words, three times more important than father's.
i ask "why?"
i mean, there probably a 'background' of that status, the reason why he wrote it.but there was no answer.
more over, he just arrived in his hometown at that time. it makes me wonder "did his mother say something to him? what was it? was it related to our relationship?"
hhh...my insting.sometimes it could become so crazy
but then
remember our last picture
i combined it with other picture of me n him by picasa.and it come out nice...see :)
seeing this picture, suddenly i feel better (absurd,huh?hehe)
and now, i am ready to start recapitulating data
in this late of nite?
well, better late than never rite?:)
Senin, 03 September 2012
three things and an additional :)
dear blog...
hai baby baby sayang mwach mwach
kamu tau
kemaren tempo lalu (halah!) ada seseorang yang mencoba mengganggu ketenangan hubungan kita.haha.yah ga gitu2 banget sih..maksudnya baik..katanya mesti describe or at least mention my resolution for next year,yang harus ada realisasinya or at least keliatan effort buat mewujudkannya di Idul Fitri taun depan..
jlebb!
guweee
yang selama ini hidup adem ayem (baca:sesuka hati) bersama blog ini, yang artinya kalo mau ngisi ya ngisi..kalo ga ya,ga usah.repot amat.mendadak merasa didikte..
well as i've said before
maksudnya si teman sih baik
or at least ga ada maksud buat 'mengganggu'
jadi...
yah untuk sekarang mari kita jadikan perkara 'resolusi2' itu sebagai PE-ER dulu.wokeh
sekarang, saya mau kangen2an ma blog dulu
huhuyy
mwach
pertama tentang menk
sepulangnya menk dari kota kelahirannya, he trreats me a lot better, seriously.
berasa gitu eksistensinya di hari-hari saya without me have to looking hard for him first.and also, i found him more mature than i've ever thought before. his knowledge about religion is o lot better than me(hehe).eummm apa lagi yah.aduh.mulai sekaratly subjektif nih.kalo disuruh ngemeng tentang menk mpe 10 episode juga ga selesai2.hehe
kedua,
bo,
guweh
kehilangan soulmate
(tapi qo gaya ngomong lu kyknya lg girang pep?ga kyk orang yang lg kehilangan)
(weitz.mood saia lagi bagus mamen)
doski pergi 2 tahun buat sekulah.dan seperti kepergian dia yang sebelum2nya: i didnt say good bye properly.
man!siapa yang ga benci saying 'good bye'
bedanya, klo orang2 bisa dengan fluently dan touchy nya saying good bye, nah saia malah bisa berakting biasa2 aja.as if nothing happen gitu.padahaaaaalll..dari hari ultahnya,jadi aja gue nangis 2 hari berturut-turut.hahhhh
ketiga,
soal kerjaan nih
aq merasa ga capable lagi ngajar di lia, banyak kehilangan ide buat menghidupkan suasana kelas.kenapa ya?
tapi kalo soal ngajar di gunung, gini nih..ngajar oke.yang ga oke, aku sering dapet tugas dari kepsek buat menyelesaikan perkara administratif.man!muarnya onda beudak udak berkas tuh.walaupun saia tau, posisi saia cuma buat bantu-bantu, karena faktanya kepsek menyelesaikan perkara administrasi sekolah jauh lebih banyak dari pada saya.hhh....ni gara-gara sekolah ga punya pegawai TU lagi nih,jadi aja,saia repot.Ya Allah.....kirimkan kami pegawai TU yang capable ya Allah...amin.
oya
tadi pagi sambil ngolah berkas, kami (saya dibantu menk), ngobrol dari tentang hubungan antara doa dan usaha;sahabat yang mencari amalan masuk surga;khadijah n aisyah;sampai tau-tau menk bilang "gini pep, menk lupa terus ngasih tau,kalo saya mati nanti kamu sedihnya jangan lebih dari 3 hari"
*deg*
"kenapa menk"
"karena memang wanita tidak boleh sedih berlebihan kecuali untuk suaminya"
apa yang yang muter2 di kepala saia bukan "kenapa ga boleh sedih" tapi "kenapa tiba2 punya bayangan one day dia bakal ninggalin saia dengan cara yang sesadis itu?"
it something that never crossed in my mind before
suddenly it bother me so much,seriously.
it just...too scary to imagine
that scary so i changed my pray (me and armin had a wish,a wish that we cant accomplished just by our own effort.so we promised to mention this wish in every prayer) and it becomes: Ya Allah, berikanlah dia kesehatan dan umur panjang.amin
hwoaaa..mata saia panas
kita jumpa lagi lain waktu
anyeong~
Sabtu, 24 Maret 2012
Jadi Curiga'an
Kadang merasa aneh sama diri sendiri. Suka curiga berlebihan sama orang. Ada yang ga sesuai dengan kebiasaan atau ga sesuai dengan apa yang diharapkan sedikit aja, langsung mikirnya yang enggak2. Padahal sudah dikasih alasan:kenapa sesuatu ini bisa begini...kenapa sampai begitu... Tapi tetep aja susah buat menghilangkan tanda tanya besar n curiga di kepala ini.*halah*
Padahal, perasaan, saia dulu ga gitu.. Seingat saia, saia bukan orang yang curigaan. Malah cenderung gampang percaya ma orang. As a prove: sangking percayanya sama pacar, waktu SMA, saia ga tau kalau selama pacaran sekian bulan itu dia punya pacar lain di sekolahnya (p.s: kami beda sekolah). See?ga curigaan dan berprasangka baik selalu kan saia? (apa jangan2 yang kayak gitu namanya Bego yak??hehe)
Semacam ingin melindungi diri dari segala tipu muslihat dan ga pengen dibodoh2i*haish..bener ga sih gw?*
Ah. Ga ngerti deh. Saia mengkategorikan ini sebagai penyakit. Semoga penyakit ini not getting worse dan sukur2 kalau bisa dinetralisir..
Padahal, perasaan, saia dulu ga gitu.. Seingat saia, saia bukan orang yang curigaan. Malah cenderung gampang percaya ma orang. As a prove: sangking percayanya sama pacar, waktu SMA, saia ga tau kalau selama pacaran sekian bulan itu dia punya pacar lain di sekolahnya (p.s: kami beda sekolah). See?ga curigaan dan berprasangka baik selalu kan saia? (apa jangan2 yang kayak gitu namanya Bego yak??hehe)
Semacam ingin melindungi diri dari segala tipu muslihat dan ga pengen dibodoh2i*haish..bener ga sih gw?*
Ah. Ga ngerti deh. Saia mengkategorikan ini sebagai penyakit. Semoga penyakit ini not getting worse dan sukur2 kalau bisa dinetralisir..
Senin, 05 Maret 2012
first month ^^
besok satu bulaaaaannnn...ahhiyy
tak ada berantem sama sekali walaupun menk sering saya siksa lahir batin. mulai dari saia paksa makan yoghurt sampai matanya merah nahan muntah, sampe saia larang main futsal yang notabenenya bola adalah pacar pertamanya menk.hehee
semoga sampai kapan pun ky gini aja ya..maksudnya ga ada berantem2x gitu...hehe...amin.. ^^
tak ada berantem sama sekali walaupun menk sering saya siksa lahir batin. mulai dari saia paksa makan yoghurt sampai matanya merah nahan muntah, sampe saia larang main futsal yang notabenenya bola adalah pacar pertamanya menk.hehee
semoga sampai kapan pun ky gini aja ya..maksudnya ga ada berantem2x gitu...hehe...amin.. ^^
Selasa, 28 Februari 2012
Another shocking fact of you :)
Menk mampir ke rumah sebelum berangkat kerja. Merhatiin foto saia yang di pajang di dinding dan bilang "itu baju yang rancak cupep pakai kuliah lo?". Saia cuma bisa merespon dengan "apa?lagi??". Menk pasti tau betul apa maksud respon saia itu. Dari awal, satu per satu dia kasih bukti kalau dia memang merhatikan saia dari jaman kuliah, lebih tepatnya kata menk dari tahun kedua perkuliahan. Dia hapal bagaimana cara saia melihat orang, yang kata menk bikin orang merasa ciut. Dia hampir selalu baca status2 saia di fb n masih ingat beberapa diantaranya, yang hal ini juga bikin saia ga bisa menutupi aib kalau saia juga terkena gelombang hallyu.hehe
Dan sekarang? Menk kembali melanjutkan kata2x "cupep tu pas kuliah suka bnr pke krudung coklat,cream.pake rok coklat.tas selempang hijau..mana tas cupep tuh?"
Apa?ga penting tas selempang hijau tu ada d mana sekarang.pikiran saia cuma: menk, qo bs ingat itu semua?detail2 yang ga penting sebenarnya,tp dia inget.sesuatu bngt bua saia.hehe
Kalau saia boleh bilang kamu seorang fan, maka saya adalah idol yang balik ngfan ma fan-nya..hehe..u r the best menk!^^
Dan sekarang? Menk kembali melanjutkan kata2x "cupep tu pas kuliah suka bnr pke krudung coklat,cream.pake rok coklat.tas selempang hijau..mana tas cupep tuh?"
Apa?ga penting tas selempang hijau tu ada d mana sekarang.pikiran saia cuma: menk, qo bs ingat itu semua?detail2 yang ga penting sebenarnya,tp dia inget.sesuatu bngt bua saia.hehe
Kalau saia boleh bilang kamu seorang fan, maka saya adalah idol yang balik ngfan ma fan-nya..hehe..u r the best menk!^^
Minggu, 29 Januari 2012
The Untold
The family stories which still cant b told to others.bukan krna ga percaya tapi lebih karna malas,malas ngomonginnya kalau cuma bakal jadi laugh stock.
Been facing many hard things by myself bring me to a question: how strong does The Almighty wants me to be?
Maybe i can wish one particular person called Pacar to embrace me when im feeling down.but then,i remember my mom.di saat saia berharap punya seseorang,dia berharap apa ya untuk menolong dirinya sendiri menghadapi an undependable husbandx itu?
Saia ga bisa bantu banyak.paling cuma bisa jadi pendengar yang baik.sekalipun sudah males banget rasanya buat mendengarkan,tapi tetap saia berusaha untuk menyimak dan menanggapi(semampunya).semata-mata karna ingat:ibu ga punya siapa2 lagi selain saia(buat diandalkan)
Setengah hati berupaya untuk ibu,setengah hati lagi masih ada kata2 pemberontakan:aku juga lemah!bisa tinggalkan saia sendiri??
Ah.benar2..
Tak tau lagi harus bagaimana
Been facing many hard things by myself bring me to a question: how strong does The Almighty wants me to be?
Maybe i can wish one particular person called Pacar to embrace me when im feeling down.but then,i remember my mom.di saat saia berharap punya seseorang,dia berharap apa ya untuk menolong dirinya sendiri menghadapi an undependable husbandx itu?
Saia ga bisa bantu banyak.paling cuma bisa jadi pendengar yang baik.sekalipun sudah males banget rasanya buat mendengarkan,tapi tetap saia berusaha untuk menyimak dan menanggapi(semampunya).semata-mata karna ingat:ibu ga punya siapa2 lagi selain saia(buat diandalkan)
Setengah hati berupaya untuk ibu,setengah hati lagi masih ada kata2 pemberontakan:aku juga lemah!bisa tinggalkan saia sendiri??
Ah.benar2..
Tak tau lagi harus bagaimana
Sabtu, 21 Januari 2012
Hak akan mengikuti Kewajiban
Tadi diminta kepsek ngumpulkan berkas temen2 kantor. Kenapa saia yang disuruh? Karena sekolah kami memang lagi ga punya satu pun pegawai TU *sigh*
Pas ngumpulkan berkas baru saia tau kalau ada temen yang perjalanan karirnya 'seret', maksudnya, kalau dilihat masa dinas mestinya dia punya pangkat yang lebih tinggi daripada yang dia punya sekarang. Secara keceplosan (jiah!bahasanya) nanya donk saia,satu kata aja: "kenapa?"
Si Bapak jawab: "semuanya kan mengikuti kewajiban.kalau kewajibannya sudah terpenuhi nanti mengikuti ja hak-haknya."
Respon saia: "bonus ya pak"
"iya,bonus"
Kalau diinget2, kinerja orang yang dimaksud memang agak2 kurang sih..
Hm..kayaknya kata2 Bapak ini bakal saia inget terus.di saat saia merasa belum atau tidak mendapatkan apa yang menjadi hak saia,harus saia ingat2 lagi: pemenuhan kewajibannya gimana?sudah terpenuhi belum?dipenuhi dengan baik atau tidak?kalau kewajibannya belum terpenuhi yaaa silahkan sebut diri sendiri "konyol" kalau masih ngotot sana sini nuntut hak.hehe
thanks Pak for this lesson.
Pas ngumpulkan berkas baru saia tau kalau ada temen yang perjalanan karirnya 'seret', maksudnya, kalau dilihat masa dinas mestinya dia punya pangkat yang lebih tinggi daripada yang dia punya sekarang. Secara keceplosan (jiah!bahasanya) nanya donk saia,satu kata aja: "kenapa?"
Si Bapak jawab: "semuanya kan mengikuti kewajiban.kalau kewajibannya sudah terpenuhi nanti mengikuti ja hak-haknya."
Respon saia: "bonus ya pak"
"iya,bonus"
Kalau diinget2, kinerja orang yang dimaksud memang agak2 kurang sih..
Hm..kayaknya kata2 Bapak ini bakal saia inget terus.di saat saia merasa belum atau tidak mendapatkan apa yang menjadi hak saia,harus saia ingat2 lagi: pemenuhan kewajibannya gimana?sudah terpenuhi belum?dipenuhi dengan baik atau tidak?kalau kewajibannya belum terpenuhi yaaa silahkan sebut diri sendiri "konyol" kalau masih ngotot sana sini nuntut hak.hehe
thanks Pak for this lesson.
Minggu, 07 Agustus 2011
Jumat, 17 Juni 2011
Mari Cari Makan Sendiri
saya ditugaskan untuk mengajar di daerah terpencil
Kab.Banjar Kec.Sungai Pinang Ds.Hakim Makmur
akses ke sana lumayan sulit
selain keterbatasan angkutan juga medan yang harus dilalui lumayan 'parah'. perlu waktu 5 jam hanya untuk menempuh jarak 75 km dari pusat kota martapura.
namun, lahan di daerah pegunungan tempat saya bekerja itu sangat menjanjikan untuk dijadikan lahan perkebunan. menurut penuturan warga setempat, tanah di sana sangat subur. apapun yang ditanam bisa tumbuh dengan baik. satu2nya kendala hanyalah binatang2 hutan yang sering merusak ladang, seperti babi dan beruang.
kebanyakan warga desa memanfaatkan lahan mereka untuk dijadikan kebun karet, ladang jahe,beras kencur, dsb.
penghasilan mereka cukup lumayan. misalnya saja untuk kebun karet, satu kapling tanah, per 3X sadap, bisa menghasilkan 250rb rupiah. dan dalam satu minggu bisa sampai 6X sadap.
itu baru penghasilan dari karet. sementara seringkali warga berladang dengan sistim tumpang sari. maksudnya di sela2 pohan karet, dilahan yang masih kosong, mereka menanam juga jahe, beras kencur, dsb. sehingga penghasilan mereka tidak hanya dari hasil menyadap karet tapi juga dari tanaman lain yang mereka tanam.
dari sini sudah bisa dibayangkan tingkat kesejahteraan mereka. penghasilan mereka lumayan dan tuntutan kebutuhan hidupnya juga tidak terlalu banyak seperti masyarakat kota.
saya jadi berfikir tentang kesejahteraan rakyat di negeri ini.
banyak orang mengeluhkan kemiskinan. penghasilan yang minim. keterbatasan lapangan kerja. tapi banyak orang juga yang berbondong2 pergi ke kota. berebut lapangan pekerjaan disana. mengais penghasilan. dan banyak dari sekian yang pergi berbondong itu pada akhirnya cuma jadi warga pinggiran di pemukiman kumuh. hidup miskin dan kelaparan.
kenapa harus berbondong2 pergi ke kota? kalo di desa tempat mereka sendiri ada lapangan pekerjaan?
kenapa harus berebut lahan perkerjaan di kota dan hidup miskin di pinggiran? kalo di desa ada lahan luas yang menanti untuk digarap dan hasilnya bisa cukup bahkan lebih buat memenuhi kebutuhan hidup.
saya yakin, lahan seperti tempat saya bekerja di gunung sana, yang subur dan banyak potensi alamnya, juga terdapat di seantero pulau di seluruh nusantara. ini indonesia negara kaya!
ga heran kalu dulu Pak Harto menggalakkan program transmigrasi. tujuannya ya itu. untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk supaya lebih merata, ga tumpang tindih carut marut di satu pulau aja (Jawa)
banyak orang mengeluhkan kemiskinan tapi ga mau beranjak dari tempatnya.ga mau pindah ke tempat lain, cari rezeki di tempat lain. kalo memang yang diinginkan adalah penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup, berkebun dan berladang apa salahnya?toh kita memang negara agrikultur.
barangkali kita memang termakan gengsi.
tapi kalo kita miskin karna mempertahankan gengsi kita sendiri, rasanya ga perlu lah sampai menyalahkan pemerintah atas ketimpangan ekonomi yang ada.
kalo sudah tau pemerintahnya ga bisa 'nyuapin', sementara kita liat ada nasi yang bisa diambil dengan tangan sendiri, kenapa ga nyuap sendiri? kenapa mau2nya bertahan dengan rasa lapar nunggu di dulang? malas?
Kab.Banjar Kec.Sungai Pinang Ds.Hakim Makmur
akses ke sana lumayan sulit
selain keterbatasan angkutan juga medan yang harus dilalui lumayan 'parah'. perlu waktu 5 jam hanya untuk menempuh jarak 75 km dari pusat kota martapura.
namun, lahan di daerah pegunungan tempat saya bekerja itu sangat menjanjikan untuk dijadikan lahan perkebunan. menurut penuturan warga setempat, tanah di sana sangat subur. apapun yang ditanam bisa tumbuh dengan baik. satu2nya kendala hanyalah binatang2 hutan yang sering merusak ladang, seperti babi dan beruang.
kebanyakan warga desa memanfaatkan lahan mereka untuk dijadikan kebun karet, ladang jahe,beras kencur, dsb.
penghasilan mereka cukup lumayan. misalnya saja untuk kebun karet, satu kapling tanah, per 3X sadap, bisa menghasilkan 250rb rupiah. dan dalam satu minggu bisa sampai 6X sadap.
itu baru penghasilan dari karet. sementara seringkali warga berladang dengan sistim tumpang sari. maksudnya di sela2 pohan karet, dilahan yang masih kosong, mereka menanam juga jahe, beras kencur, dsb. sehingga penghasilan mereka tidak hanya dari hasil menyadap karet tapi juga dari tanaman lain yang mereka tanam.
dari sini sudah bisa dibayangkan tingkat kesejahteraan mereka. penghasilan mereka lumayan dan tuntutan kebutuhan hidupnya juga tidak terlalu banyak seperti masyarakat kota.
saya jadi berfikir tentang kesejahteraan rakyat di negeri ini.
banyak orang mengeluhkan kemiskinan. penghasilan yang minim. keterbatasan lapangan kerja. tapi banyak orang juga yang berbondong2 pergi ke kota. berebut lapangan pekerjaan disana. mengais penghasilan. dan banyak dari sekian yang pergi berbondong itu pada akhirnya cuma jadi warga pinggiran di pemukiman kumuh. hidup miskin dan kelaparan.
kenapa harus berbondong2 pergi ke kota? kalo di desa tempat mereka sendiri ada lapangan pekerjaan?
kenapa harus berebut lahan perkerjaan di kota dan hidup miskin di pinggiran? kalo di desa ada lahan luas yang menanti untuk digarap dan hasilnya bisa cukup bahkan lebih buat memenuhi kebutuhan hidup.
saya yakin, lahan seperti tempat saya bekerja di gunung sana, yang subur dan banyak potensi alamnya, juga terdapat di seantero pulau di seluruh nusantara. ini indonesia negara kaya!
ga heran kalu dulu Pak Harto menggalakkan program transmigrasi. tujuannya ya itu. untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk supaya lebih merata, ga tumpang tindih carut marut di satu pulau aja (Jawa)
banyak orang mengeluhkan kemiskinan tapi ga mau beranjak dari tempatnya.ga mau pindah ke tempat lain, cari rezeki di tempat lain. kalo memang yang diinginkan adalah penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup, berkebun dan berladang apa salahnya?toh kita memang negara agrikultur.
barangkali kita memang termakan gengsi.
tapi kalo kita miskin karna mempertahankan gengsi kita sendiri, rasanya ga perlu lah sampai menyalahkan pemerintah atas ketimpangan ekonomi yang ada.
kalo sudah tau pemerintahnya ga bisa 'nyuapin', sementara kita liat ada nasi yang bisa diambil dengan tangan sendiri, kenapa ga nyuap sendiri? kenapa mau2nya bertahan dengan rasa lapar nunggu di dulang? malas?
Kamis, 07 April 2011
PERKAWINAN ADAT BANJAR
PERKAWINAN ADAT BANJAR
DI LINGKUNGAN KELURAHAN TELUK TIRAM
KECAMATAN BANJARMASIN BARAT
PENDAHULUAN
1. Umum
Kebudayaan adalah totalitas latar belakang system nilai, lembaga dan perilaku hidup serta perwujudannya yang khas pada suatu masyarakat. Itu merupakan seluruh gagasan, tidakan dan hasil karya manusia untuk memenuhi kehidupannya dengan cara belajar, yang semuanya tersusun dalam kehidupan masyarakat. Kebudayaan sekaligus menjadi identitas masyarakat yang bersangkutan sehingga dalam kenyataannya tidak ada dua masyarakat yang kebudayaannya seluruhnya sama. Melihat demikian beragamnya kebudayaan, seperti beragamnya lingkungan, maka dapat dikatakan bahwa kebudayaan itu merupakan suatu respon terhadap lingkungan sekitar. Baik lingkungan manusia maupun lingkungan alam. Respon itu tidak akan sama dari suatu masyarakan ke masyarakat lain, karena manusia mempunyai kemampuan kreatif.
Demikian pula perkawinan adat orang banjar adalah satu aspek budaya banjar yang harus dilestarikan kebudayaannya, karena prosesi perkawinan tersebut menjadi identitas dan jati diri orang banjar. Berbagai tata cara adat istiadat yang berkaitan dengan prosesi perkawinan yang berkembang di tengah-tengah masyarakat kecamatan Banjarmasin Barat Khususnya di kelurahan Teluk Tiram adalah menjadi wujud pelestarian budaya yang sangat bermanfaat bagi generasi muda dewasa ini. Khususnya upaya mempelajari tata kehidupan adat perkawinan masyarakat banjar sejak dulu sampai sekarang.
2. Maksud dan tujuan
a. Maksud
Penulisan adat istiadat yang berkaitan dengan prosesi perkawinan di kelurahan teluk tiram kecamatan Banjarmasin barat ini bermaksud untuk memberikan gambaran keadaan kebudayaan adat istiadat perkawinan masyarakat banjar kepada generasi muda untuk dilestarikan keberadaannya.
b. Tujuan
Sebagai bahan masukan dan sumbangan pemikiran kepada pimpinan dalam rangka menyikapi arus pergeseran nilai kebudayaan dan adat istiadat setempat.
3. Ruang Lingkup dan Tata Urut
Tulisan ini dibatasi pada pembahasan tentang perilaku masyarakat banjar khususnya penduduk yang bertempat tinggal di pinggiran kota khususnya di kelurahan teluk tiram kecamatan Banjarmasin barat yang meliputi strata social kebudayaan adat banjar dalam konteks upacara perkawinan, dengan tata urut sebagai berikut:
a. Pendahuluan
b. Keadaan geografis
c. Kondisi masyarakat kelurahan Teluk Tiram
d. Kronologis berbagai tata cara adat istiadat yang berkaitan dengan prosesi perkawinan
e. Sajian Astakona
f. Kesimpulan saran
g. Penutup.
4. Metode dan Pendekatan
Penulisan naskah ini menggunakan metode empiris dengan pengamatan di lapangan dengan pendekatan penelusuran kepustakaan di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan.
KEADAAN GEOGRAFIS
5. Berdasarkan data yang diambil dari BPS Kota Banjarmasin, kecamatan Banjarmasin Barat terletak pada ketinggian 0,16 m di bawah permukaan laut, dengan kondisi daerah berpaya – paya dan relative datar sehingga pada waktu pasang hamper seluruh wilayah digenangi air. Kecamatan Banjarmasin Barat berbatasan dengan kecamatan Banjarmasin Utara di bagian utara, Kecamatan Banjarmasin Selatan di sebelah selatan, Kecamatan Banjarmasin Tengah di sebelah timur dan di sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Barito Kuala. Kecamatan Banjarmasin Barat terdiri dari Sembilan kelurahan dengan luas wilayah keseluruhan adalah 13,37 km2. Kelurahan Basirih adalah kelurahan yang memiliki wilayah terluas diantara delapan lainnya dengan wilayah sebesar 3,65 km2 atau mencakup sekitar 27,30 % dari luas wilayah kecamatan BanjarmasinBarat secara keseluruhan, sedangkan kelurahan Telawang memiliki luas terkecil dengan luas wilayah 0,57 km2 atau sekitar 4,26 % dari luas wilayah kecamatan Banjarmasin Barat.
KONDISI MASYARAKAT TELUK TIRAM
6. Komposisi Penduduk. Komposisi jumlah penduduk kelurahan teluk tiram kecamatan Banjarmasin barat adalah, laki – laki 6.056 dan perempuan 5.967. dengan perincian: dewasa laki – laki 50,20 % ; perempuan 49,80 % ; anak – anak laki – laki 51, 09 % ; anak – anak perempuan 48,91 %. Yang dimaksud dengan dewasa adalah penduduk yang berumur lebih dari 15 tahun keatas.
7. Profesi. Profesi penduduk untuk masing – masing RT di kelurahan teluk tiram kecamatan Banjarmasin barat adalah sebagai petani, pengusaha, pegawai negeri, jasa, pedagang, buruh, dan lain-lain. Pada umumnya mayoritas pekerjaan penduduk adalah buruh, kemudian pedagang, dan pegawai negeri, baru petani.
8. Agama. Mayoritas agama yang dipeluk oleh penduduk adalah agama Islam dan selanjutnya adalah agama Kristen katholik. Adapun jumlah pemeluk agama tersebut 94,64 % Islam, 2,10 % katholik.
9. Pemukiman. Pemukiman penduduk dapat digolongkan menjadi dua, yaitu pemukiman di tepi sungai dan pemukiman di tepi jalan darat. Sedangkan ynag bermukim di tepi sungai pada umunya sungai masih sangat berperan bagi sebagian penduduk. Di samping dimanfaatkan sebagai MCK juga berfungsi sebagai transportasi. Penduduk membuat rumah di tepi sungai bahkan akan menjorok di atas air. Sedangkan pemukiman yang di tepi jalan darat, bentuk pemukiman memanjang di sebelah kanan kiri jalan. Baik jalan kodya maupun jalan kampung dan gang-gang di wilayah lingkungan RT kelurahan Teluk Tiram kecamatan Banjarmasin Barat.
KRONOLOGIS BERBAGAI TATA CARA ADAT ISTIADAT
YANG BERKAITAN DENGAN PROSESI PERKAWINAN
10. UMUM
Suatu kehidupan yang paling menarik dan tak pernah terlupakan bagi individu masyarakat adalah acara “perkawinan”. Oleh sebab itu perkawinan tersebut selalu ditandai oleh sifatnya yang khas dan unik yang merupakan suatu tata traditional bagi setiap suku.
Dalam peristiwa itu selalu terjalin dengan harmonis ketentuan menurut agama dan adat istiadat sebagai lembaga tak tertulis yang dipatuhi tanpa pertentangan – pertentangan antara satu dengan yang lainnya dalam strata masyarakat adat.
Suku banjar sebagai salah satu suku bangsa Indonesia di Kalimantan Selatan yang juga mempunyai tata cara keadatan tentang peristiwa perkawinan itu, meskipun keadatan tersebut telah mengalami perubahan – perubahan secara evolusi.
Adat istiadat yang menurut kurun waktunya sangat menonjol adalah pada abad ke-18, suatu gambaran yang dapat dinilai secara fisik maupun psikis adalah pembauran antara peninggalan zaman Hindu, Islam dan pengaruh asing lainnya.
Secara kronologis, maka peristiwa perkawinan menurut adat suku Banjar dapat diuraikan sebagai berikut:
11. BASASULUH
Bilamana seseorang telah sampai saat ingin kawin lazimnya oleh keluarganya yang terdekat diadakanlah apa yang yang dinamakan “Basasuluh”. Yakni ingin mendapatkan keterangan tentang calon isteri yang diinginkan setelah mendapatkan persetujuan dari pihak keluarga yang bersangkutan.
Beberapa hal yang ingin diketahui diantaranya:
1. Tentang agamanya
2. Tentang keturunannya
3. Tentang kemampuan rumah tangganya
4. Tentang kecantikan wajahnya
Dari empat hal tersebut di atas yang menjadi titik tumpu perhatian itu adalah pada dua hal yaitu agama dan keturunannya. Sebaliknya, bagi keluarga calon isteri di samping hal di atas, akan diperhatikan pula apakah lapangan pekerjaan calon suaminya tersebut. Hal itu sangat penting karena akan turut menentukan nilai rumah tangga mereka kelak.
12. BADATANG
Pihak keluarga pria pada saatnya yang diberitahukan sebelumnya, dating dengan beberapa orang ke rumah calon isteri yang disebut dengan istilah “badatang”. Kedatang ini diterima antara kedua keluarga calon suami isteri itu secara traditional biasanya lahirlah dialog yang mempunyai versi prosa liris bahasa daerah Banjar yang umumnya disebut Baturai Pantun, yakni berbalas pantun antara keluarga pihak calon.
Adat orang banjar tidak mengenal istilah Batunangan atau Bapacaran. Istilah ‘Balarangan’ tidak sama dengan istilah ‘Batunangan’, karena belarangan adalah suatu perencanaan ancer – ancer para pihak orang tua masing – masing, ketika kedua anak masih remaja.
Menurut adat seorang gadis yang akan kawin, maka untuk selama 40 hari sebelumnya dia tidak diperkenankan keluar rumah.
Selama itu dia harus membersihkan diri, berlangsir mempercantik dirinya, yang disebut dengan istilah ‘bekasai’, sekaligus dia diberi beberapa nasehat.
13. NIKAH
Yang dimaksud dengan nikah adalah upacara keagamaan untuk melangsungkan ijab kabul di hadapan seorang penghulu dan saksi – saksi. Acara ini sering kali juga disebut ‘Meantar Jujuran’.
14. BATIMUNG
Bagi pengantin pria maupun wanita terutama menjelang hari persandingan dua atau tiga hari sebelumnya, maka pada malam harinya harus melaksanakan mandi uap yang dikenal dengan istilah ‘Batimung’. Diharapkan dengan batimung ini akan menguras habis keringat tubuh, menyehatkan dan mengharumkan tubuh pengantin tersebut. Dengan demikian pada saat persandingan nanti kedua pengantin tidak akan berkeringat lagi.
15. MANDI – MANDI
Pada waktu pagi hari menjelang acara persandingan siang, pengantin wanita melangsungkan acara mandi – mandi pengantin dengan air yang ditaburi macam – macam bunga. Pada daerah Kuala kadang – kadang disebut dengan istilah ‘Badudus’ atau ‘Bapapai’ dengan mayang Pinang. Jumlah bunga – bunga yang dioerlukan lebih banyak dan lebih berkesan sebagai salah satu upacara.
Acara mandi – mandi dilakukan oleh tiga orang wanita tua yang telah berpengalaman, yang umumnya dipimpin oleh seorang bidan kampong atau wanita tua lainnya. Selesai mandi, pengantin wanita disuruh menjejak telur ayam sampai pecah dengan ujung tumit. Ketika itu juga pengantin wanita tersebut dicukur yaitu dengan istilah ‘Belarap’, membikin cecantung pada kiri kanan wajahnya. Biasanya kemudian diikuti acara selamatan kecil dengan nasi lamak (ketan) berinti gula merah dan pisang mauli.
16. BATAPUNG TAWAR
Seiring dengan acara mandi – mandi tadi pada saat itu juga diadakan acara ‘batapung tawar’, dimaksudkan sebagai penebus atas berakhirnya masa perawan bagi seorang wanita. Untuk itu disediakan apa yang dinamakan ‘piduduk’, yaitu seperangkat keperluan pokok bahan makanan dalam wadah sasanggan (bokor kuning) yang terdiri dari sagantang beras, sebiji nyiur, gula merah, seekor ayam betina hitam, telur ayam tiga butir, lading, lilin, sebiji uang bahari (perak), jarum dengan benangnya, sesuap sirih, rokok daun, dan rerempah dapur. Isi piduduk: beras melambangkan rezeki, nyiur melambangkan lemak (kehidupan), gula merah lambing manis (kehidupan), ayam lambing cangkal becari, telur ayam lambang sum-sum, lading makna semangat yang keras, lilin lambang penerangan, uang lambang persediaan dalam hidup, jarum dan benang lambang ikatan suami isteri, sesuap sirih lambang kesatuan, rokok daun lambang kelaki-lakian, rerempah dapur lambang keterampilan kerja di dapur. Selanjutnya seluruh isi piduduk ini diberikan kepada bidan kampong yang memimpin acara mandi – mandi.
Untuk yang hadir pada acara betapung tawar disuguhi air teh manis atau kopi dengan kue, bubur habang bubur putih, cucur, wadai gincil, wadai galang, dan lakatan ber-inti.
17. BATAMAT AL-QUR’AN
Baik pengantin pria maupun pengantin wanita pada waktu menjelang acara persandingan biasanya melangsungkan acara betamat Qur’an yakni membaca kitab suci Al-Qur’an sebanyak 22 surah yang dimulai dari surah ke 93 (Ad-Dhuha) sampai dengan surah ke 114 (An-Nas) ditambah dengan beberapa ayat pada surah Al-Baqarah, ditutup dengan do’a khatam Qur’an, pembaca do’a biasanya guru mengaji pengantin tersebut.
Suatu kebiasaan yang unik dan lucu, ialah apabila pengantin telah sampai pada bacaan surah ke 105 (Al-Fiil) biasanya ramailah anak-anak dan remaja di sekitar itu memperebutkan telur masak sekaligus memakannya. Sebab menurut cerita konon yang mendapatkan telur masak itu akan menjadi terang hatinya, cepat menjadi pandai membaca kitab suci Al-Qur’an.
18. WALIMAH
Yang dimaksud dengan ‘walimah’ ialah suatu pesta perkawinan dalam rangkaian acara-acara perkawinan tersebut. Besar kecilnya walimah ini trgnatung pada kemampuan keluarga ‘ahli bait’ masing.
Menurut adat orang Banjar maka pohon (ahli bait atau tuan rumah) tidak aktif untuk bekerja dalam persiapan itu. Justru tetangga lah yang akan melaksanakan semua tugas-tugas, yang dibentuk semacam kepanitiaan yang disusun secara lisan saja. Biasanya membagi-bagi tugas sebagai berikut:
1. Nang jadi kepala gawe (pimpinan kegiatan)
2. Nang meurus tajak sarubung (mendirikan tenda)
3. Nang meurus pengawahan (bagian masak nasi dan ikan)
4. Nang meurus karasmin (mengurus kesenian)
5. Nang besaruan lalakian (pengundang untuk pria)
6. Nang besaruan bebinian (pengundang untuk wanita)
7. Nang menerima saruan (penerima tamu)
Dalam susunan pembagian tugas ini jelas terlihat bahwa sifat kegotong-royongan merupakan adat yang sangat menonjol sekali bagi para tetangga, tanpa diminta akan memberikan tenaga dan jasa-jasanya untuk kepentingan pelaksanaan perkawinan tersebut.
19. PETATAIAN
Petataian (pelaminan) dibuat secara khusus yang merupakan ciri khas banjar yang biasanya diletakkan tepat di ‘tawing halat’ (dinding batas tengah rumah) atau yang lazim disebut balai kencana. Terdapat juga yang dibangun khusus yang disebut balai warti yang terdiri dari tempat duduk untuk dua orang pengantin pria dan wanita yang berlatar belakang air Gucci yang gemerlapan dan pada kiri kanannya agak kebelakang tersusun bantal yang bersarung merah atau kuning bersulam benang emas, yang disebut ‘tetumpangan’. Di belakang tetumpangan terdapat pucuk tetumpangan yang berbentuk segitiga sama kaki dengan ornamen yang serasi dengan tetumpangannya. Di situ tersedia pula sesajian di atas piring kuningan besar yang diletakkan di atas bokor sesanggan kuningan.
20. BATATAIAN
Merupakan puncak dari acara perkawinan menurut adat banjar ini adalah pada upacara betataian (bersanding) pada tempat petataian. Acara ini yang dianggap paling bahagia oleh kedua pengantin ataupun keluarga mereka.
a. Pengantin wanita.
Pengantin wanita dengan tat arias pengantin bak amar gelung pancar matahari, baju lenagn pendek yang berendas epanjang pinggirannya, dikenal dengan nama baju poko. Dipangkal kedua tangannya terpasang kilat bahu dan gelang tangan jenis gelang tabu-tabu dilengkapi dengan menggunakan sepasang gelang kaki emas berbentuk akar atau buku manisan.
b. Pengantin Pria
Pakaian pengantin pria mengenakan baju jas buka yang terdiri dari baju bagian dalam warna putih, baju luar jas buka dengan warna yang sesuai dengan warna celana. Tutup kepala disebut laung tutup yang mempunyai cirri khas banjar tersendiri yaitu simpul laung dalam bentuk ‘lam djalalah’, memakai kalung samban dengan bogam melati sebanyak tiga atau lima, membawa kembang palimbaian menuju rumah pengantin wanita.
c. Tahap-tahapan betataian
a. Pengantin pria diantar
b. Betawak nasi lamak
c. Sujud dan makan bersama
d. Usung jinggung dan diarak
21. KELAMBU PENGANTIN
Begitu pentingnya kelambu pengantin ini bahkan menjadi suatu ukuran bagi orang untuk melihat sampai dimana kemampuan kepala keluarga yang sedang berminantu itu.
Kelambu ini selalu ditempatkan di kamar depan sebagai suatu bagian rumah yang utama, yakni ruangan tempat tidur sebelah kanan rumah banjar bahari, atau rumah bubungan tinggi (rumah beanjung). Karena pada waktu itu belum mengenal atau belum banyak mengenal ranjang. Kelambu itu digantung di ruang anjung dalam bentuk segi empat yang umumnya mempergunakan warna putih atau kuning muda. Di atas kelambu di pasang langit-langit dari kain yang agak tipis dengan sulaman kembang pancar matahari.
22. PENUTUP
Dalam kurun waktu yang panjang, adat istiadat atau tradisi perkawinan adat banjar ini mengalami beberapa perubahan baik tentang acaranya, busana atau sarana perlengkapan lainnya, sepanjang tidak menggeser keaslian tradisionalnya. Upaya-upaya para budayawan, perias pengantin banjar, dan penataan busana pengantin memang telah mengambil langkah-langkah untuk menetapkan suatu standar yang baku. Hal ini sangat penting agar cirri khas perkawinan adat banjar tersebut dapat terpellihara secara lestari.
23. Demikian urut – urutan prosesi perkawinan adat banjar yang masih diterapkan di lingkungan penduduk masyarakat Kalimantan selatan pada umumnya dan khususnya suku banjar yang berada di pinggiran kotamadya Banjarmasin yaitu di kelurahan teluk tiram kecamatan Banjarmasin barat.
SAJIAN ASTAKONA
24. Astakona adalah suatu istilah dari sastra Indonesia lama yang berarti segi banyak. Nasi astakona merupakan gambaran dari banyaknya sajian dari yang dihidangkan pada suatu tempat, khusus dari talam yang bertumpang ‘banyak’ tiga atau lima susun. Banyaknya sajian itu merupakan sebuah kesatuan hidangan yang terdiri atas tiga komponen pokok makanan, yaitu nasi, lauk pauk, dan buah – buahan. Hidangan nasi astakona berasal dari tradisi kesultanan banjar untuk suatu upacara tertentu atau santap bersama dengan adanya tamu kehormatan. Namun dalam kurun waktu selanjutnya disajikan dalam acara ‘bededapatan’, yaitu santap bersama bagi pengantin setelah bersanding di pelaminan (betataian).
25. Pencicipan nasi astakona. Secara simbolis penyendokkan pertama nasi astakona diambil dengan sendok kayu oleh seorang tokoh wanita tua dan menyerahkannya kepada tamu kehormatan. Bilamana dalam acara penganten, nasi tersebut diserahkan kepada kedua pengantin, selanjutnya diikuti oleh hadirin sesuai dengan kedudukan dan situasinya. Astakona sejak lama lazim tidak mempergunakan alat makan seperti sendok dan garpu karena di situ tersedia pula air tempat cuci tangan dan serbet kain.
26. Latar belakang filosofis.
Nasi astakona sesungguhnya memiliki makna filososfis dalam tata kehidupan orang banjar, hal itu dapat dilihat dan dihayati pada beberapa sarana dan bagian – bagian penyajian.
Talam dalam jumlah tiga atau lima menunjukkan jumlah yang ganjil, dimana dalam setiap bilangan dan sarana masyarakat banjar selalu menggunakan angka ganjil.
Makanan terdiri dari tiga komponen pokok (nasi dari beras/padi yang tumbuh di tanah, lauk pauk dari ikan yang hidup di air, dan buah-buahan yang tinggi di udara) adalah menggambarkan keterikatan hidup manusia dengan tanah, air, dan udara.
Dalam beberapa momen tertentu orang banjar selalu mendahulukan peranan orang tua (termasuk pengambilan pertama secara simbolik nasi astakona) sebagai lambang penghormatan terhadap orang yang memiliki kelebihan dalam hal usia, pengalaman, kewibawaan, dan afdhol (keutamaan dan barakat)
KESIMPULAN DAN SARAN
27. Kesimpulan. Perkawinan adat orang banjar adalah satu aspek budaya banjar yang harus dilestarikan kebudayaannya, karena profesi perkawinan tersebut menjadi identitas dan jati diri orang banjar sehingga keberadaannya perlu dilestarikan dan dibudayakan sehingga menjadi pengetahuan luas yang bermanfaat bagi generasi muda dewasa ini khususnya upaya mempelajari tata kehidupan adat perkawinan masyarakat banjar sejak waktu dulu sampai sekarang.
28. Saran. Dalam hubungan ini hendaknya disadari oleh para perias pengantin banjar agar tidak terpengaruh oleh tat arias dari luar daerah dan bahkan mungkin berakibat merekayasa menurut seleranya sendiri sehingga bias keluar dari tradisi dan tata adat banjar yang asli. Manakala hal itu terjadi maka keaslian dan kelestarian yang kita harapkan akan tercemar karenanya.
PENUTUP
29. Demikian tulisan ini disusun dengan harpan dapat bermanfaat dan sebagai bahan masukan bagi para pemegang otoritas serta untuk melengkapi tulisan lain yang sudah ada sebelumnya.
Banjarmasin, April 2011
Penulis
DI LINGKUNGAN KELURAHAN TELUK TIRAM
KECAMATAN BANJARMASIN BARAT
PENDAHULUAN
1. Umum
Kebudayaan adalah totalitas latar belakang system nilai, lembaga dan perilaku hidup serta perwujudannya yang khas pada suatu masyarakat. Itu merupakan seluruh gagasan, tidakan dan hasil karya manusia untuk memenuhi kehidupannya dengan cara belajar, yang semuanya tersusun dalam kehidupan masyarakat. Kebudayaan sekaligus menjadi identitas masyarakat yang bersangkutan sehingga dalam kenyataannya tidak ada dua masyarakat yang kebudayaannya seluruhnya sama. Melihat demikian beragamnya kebudayaan, seperti beragamnya lingkungan, maka dapat dikatakan bahwa kebudayaan itu merupakan suatu respon terhadap lingkungan sekitar. Baik lingkungan manusia maupun lingkungan alam. Respon itu tidak akan sama dari suatu masyarakan ke masyarakat lain, karena manusia mempunyai kemampuan kreatif.
Demikian pula perkawinan adat orang banjar adalah satu aspek budaya banjar yang harus dilestarikan kebudayaannya, karena prosesi perkawinan tersebut menjadi identitas dan jati diri orang banjar. Berbagai tata cara adat istiadat yang berkaitan dengan prosesi perkawinan yang berkembang di tengah-tengah masyarakat kecamatan Banjarmasin Barat Khususnya di kelurahan Teluk Tiram adalah menjadi wujud pelestarian budaya yang sangat bermanfaat bagi generasi muda dewasa ini. Khususnya upaya mempelajari tata kehidupan adat perkawinan masyarakat banjar sejak dulu sampai sekarang.
2. Maksud dan tujuan
a. Maksud
Penulisan adat istiadat yang berkaitan dengan prosesi perkawinan di kelurahan teluk tiram kecamatan Banjarmasin barat ini bermaksud untuk memberikan gambaran keadaan kebudayaan adat istiadat perkawinan masyarakat banjar kepada generasi muda untuk dilestarikan keberadaannya.
b. Tujuan
Sebagai bahan masukan dan sumbangan pemikiran kepada pimpinan dalam rangka menyikapi arus pergeseran nilai kebudayaan dan adat istiadat setempat.
3. Ruang Lingkup dan Tata Urut
Tulisan ini dibatasi pada pembahasan tentang perilaku masyarakat banjar khususnya penduduk yang bertempat tinggal di pinggiran kota khususnya di kelurahan teluk tiram kecamatan Banjarmasin barat yang meliputi strata social kebudayaan adat banjar dalam konteks upacara perkawinan, dengan tata urut sebagai berikut:
a. Pendahuluan
b. Keadaan geografis
c. Kondisi masyarakat kelurahan Teluk Tiram
d. Kronologis berbagai tata cara adat istiadat yang berkaitan dengan prosesi perkawinan
e. Sajian Astakona
f. Kesimpulan saran
g. Penutup.
4. Metode dan Pendekatan
Penulisan naskah ini menggunakan metode empiris dengan pengamatan di lapangan dengan pendekatan penelusuran kepustakaan di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan.
KEADAAN GEOGRAFIS
5. Berdasarkan data yang diambil dari BPS Kota Banjarmasin, kecamatan Banjarmasin Barat terletak pada ketinggian 0,16 m di bawah permukaan laut, dengan kondisi daerah berpaya – paya dan relative datar sehingga pada waktu pasang hamper seluruh wilayah digenangi air. Kecamatan Banjarmasin Barat berbatasan dengan kecamatan Banjarmasin Utara di bagian utara, Kecamatan Banjarmasin Selatan di sebelah selatan, Kecamatan Banjarmasin Tengah di sebelah timur dan di sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Barito Kuala. Kecamatan Banjarmasin Barat terdiri dari Sembilan kelurahan dengan luas wilayah keseluruhan adalah 13,37 km2. Kelurahan Basirih adalah kelurahan yang memiliki wilayah terluas diantara delapan lainnya dengan wilayah sebesar 3,65 km2 atau mencakup sekitar 27,30 % dari luas wilayah kecamatan BanjarmasinBarat secara keseluruhan, sedangkan kelurahan Telawang memiliki luas terkecil dengan luas wilayah 0,57 km2 atau sekitar 4,26 % dari luas wilayah kecamatan Banjarmasin Barat.
KONDISI MASYARAKAT TELUK TIRAM
6. Komposisi Penduduk. Komposisi jumlah penduduk kelurahan teluk tiram kecamatan Banjarmasin barat adalah, laki – laki 6.056 dan perempuan 5.967. dengan perincian: dewasa laki – laki 50,20 % ; perempuan 49,80 % ; anak – anak laki – laki 51, 09 % ; anak – anak perempuan 48,91 %. Yang dimaksud dengan dewasa adalah penduduk yang berumur lebih dari 15 tahun keatas.
7. Profesi. Profesi penduduk untuk masing – masing RT di kelurahan teluk tiram kecamatan Banjarmasin barat adalah sebagai petani, pengusaha, pegawai negeri, jasa, pedagang, buruh, dan lain-lain. Pada umumnya mayoritas pekerjaan penduduk adalah buruh, kemudian pedagang, dan pegawai negeri, baru petani.
8. Agama. Mayoritas agama yang dipeluk oleh penduduk adalah agama Islam dan selanjutnya adalah agama Kristen katholik. Adapun jumlah pemeluk agama tersebut 94,64 % Islam, 2,10 % katholik.
9. Pemukiman. Pemukiman penduduk dapat digolongkan menjadi dua, yaitu pemukiman di tepi sungai dan pemukiman di tepi jalan darat. Sedangkan ynag bermukim di tepi sungai pada umunya sungai masih sangat berperan bagi sebagian penduduk. Di samping dimanfaatkan sebagai MCK juga berfungsi sebagai transportasi. Penduduk membuat rumah di tepi sungai bahkan akan menjorok di atas air. Sedangkan pemukiman yang di tepi jalan darat, bentuk pemukiman memanjang di sebelah kanan kiri jalan. Baik jalan kodya maupun jalan kampung dan gang-gang di wilayah lingkungan RT kelurahan Teluk Tiram kecamatan Banjarmasin Barat.
KRONOLOGIS BERBAGAI TATA CARA ADAT ISTIADAT
YANG BERKAITAN DENGAN PROSESI PERKAWINAN
10. UMUM
Suatu kehidupan yang paling menarik dan tak pernah terlupakan bagi individu masyarakat adalah acara “perkawinan”. Oleh sebab itu perkawinan tersebut selalu ditandai oleh sifatnya yang khas dan unik yang merupakan suatu tata traditional bagi setiap suku.
Dalam peristiwa itu selalu terjalin dengan harmonis ketentuan menurut agama dan adat istiadat sebagai lembaga tak tertulis yang dipatuhi tanpa pertentangan – pertentangan antara satu dengan yang lainnya dalam strata masyarakat adat.
Suku banjar sebagai salah satu suku bangsa Indonesia di Kalimantan Selatan yang juga mempunyai tata cara keadatan tentang peristiwa perkawinan itu, meskipun keadatan tersebut telah mengalami perubahan – perubahan secara evolusi.
Adat istiadat yang menurut kurun waktunya sangat menonjol adalah pada abad ke-18, suatu gambaran yang dapat dinilai secara fisik maupun psikis adalah pembauran antara peninggalan zaman Hindu, Islam dan pengaruh asing lainnya.
Secara kronologis, maka peristiwa perkawinan menurut adat suku Banjar dapat diuraikan sebagai berikut:
11. BASASULUH
Bilamana seseorang telah sampai saat ingin kawin lazimnya oleh keluarganya yang terdekat diadakanlah apa yang yang dinamakan “Basasuluh”. Yakni ingin mendapatkan keterangan tentang calon isteri yang diinginkan setelah mendapatkan persetujuan dari pihak keluarga yang bersangkutan.
Beberapa hal yang ingin diketahui diantaranya:
1. Tentang agamanya
2. Tentang keturunannya
3. Tentang kemampuan rumah tangganya
4. Tentang kecantikan wajahnya
Dari empat hal tersebut di atas yang menjadi titik tumpu perhatian itu adalah pada dua hal yaitu agama dan keturunannya. Sebaliknya, bagi keluarga calon isteri di samping hal di atas, akan diperhatikan pula apakah lapangan pekerjaan calon suaminya tersebut. Hal itu sangat penting karena akan turut menentukan nilai rumah tangga mereka kelak.
12. BADATANG
Pihak keluarga pria pada saatnya yang diberitahukan sebelumnya, dating dengan beberapa orang ke rumah calon isteri yang disebut dengan istilah “badatang”. Kedatang ini diterima antara kedua keluarga calon suami isteri itu secara traditional biasanya lahirlah dialog yang mempunyai versi prosa liris bahasa daerah Banjar yang umumnya disebut Baturai Pantun, yakni berbalas pantun antara keluarga pihak calon.
Adat orang banjar tidak mengenal istilah Batunangan atau Bapacaran. Istilah ‘Balarangan’ tidak sama dengan istilah ‘Batunangan’, karena belarangan adalah suatu perencanaan ancer – ancer para pihak orang tua masing – masing, ketika kedua anak masih remaja.
Menurut adat seorang gadis yang akan kawin, maka untuk selama 40 hari sebelumnya dia tidak diperkenankan keluar rumah.
Selama itu dia harus membersihkan diri, berlangsir mempercantik dirinya, yang disebut dengan istilah ‘bekasai’, sekaligus dia diberi beberapa nasehat.
13. NIKAH
Yang dimaksud dengan nikah adalah upacara keagamaan untuk melangsungkan ijab kabul di hadapan seorang penghulu dan saksi – saksi. Acara ini sering kali juga disebut ‘Meantar Jujuran’.
14. BATIMUNG
Bagi pengantin pria maupun wanita terutama menjelang hari persandingan dua atau tiga hari sebelumnya, maka pada malam harinya harus melaksanakan mandi uap yang dikenal dengan istilah ‘Batimung’. Diharapkan dengan batimung ini akan menguras habis keringat tubuh, menyehatkan dan mengharumkan tubuh pengantin tersebut. Dengan demikian pada saat persandingan nanti kedua pengantin tidak akan berkeringat lagi.
15. MANDI – MANDI
Pada waktu pagi hari menjelang acara persandingan siang, pengantin wanita melangsungkan acara mandi – mandi pengantin dengan air yang ditaburi macam – macam bunga. Pada daerah Kuala kadang – kadang disebut dengan istilah ‘Badudus’ atau ‘Bapapai’ dengan mayang Pinang. Jumlah bunga – bunga yang dioerlukan lebih banyak dan lebih berkesan sebagai salah satu upacara.
Acara mandi – mandi dilakukan oleh tiga orang wanita tua yang telah berpengalaman, yang umumnya dipimpin oleh seorang bidan kampong atau wanita tua lainnya. Selesai mandi, pengantin wanita disuruh menjejak telur ayam sampai pecah dengan ujung tumit. Ketika itu juga pengantin wanita tersebut dicukur yaitu dengan istilah ‘Belarap’, membikin cecantung pada kiri kanan wajahnya. Biasanya kemudian diikuti acara selamatan kecil dengan nasi lamak (ketan) berinti gula merah dan pisang mauli.
16. BATAPUNG TAWAR
Seiring dengan acara mandi – mandi tadi pada saat itu juga diadakan acara ‘batapung tawar’, dimaksudkan sebagai penebus atas berakhirnya masa perawan bagi seorang wanita. Untuk itu disediakan apa yang dinamakan ‘piduduk’, yaitu seperangkat keperluan pokok bahan makanan dalam wadah sasanggan (bokor kuning) yang terdiri dari sagantang beras, sebiji nyiur, gula merah, seekor ayam betina hitam, telur ayam tiga butir, lading, lilin, sebiji uang bahari (perak), jarum dengan benangnya, sesuap sirih, rokok daun, dan rerempah dapur. Isi piduduk: beras melambangkan rezeki, nyiur melambangkan lemak (kehidupan), gula merah lambing manis (kehidupan), ayam lambing cangkal becari, telur ayam lambang sum-sum, lading makna semangat yang keras, lilin lambang penerangan, uang lambang persediaan dalam hidup, jarum dan benang lambang ikatan suami isteri, sesuap sirih lambang kesatuan, rokok daun lambang kelaki-lakian, rerempah dapur lambang keterampilan kerja di dapur. Selanjutnya seluruh isi piduduk ini diberikan kepada bidan kampong yang memimpin acara mandi – mandi.
Untuk yang hadir pada acara betapung tawar disuguhi air teh manis atau kopi dengan kue, bubur habang bubur putih, cucur, wadai gincil, wadai galang, dan lakatan ber-inti.
17. BATAMAT AL-QUR’AN
Baik pengantin pria maupun pengantin wanita pada waktu menjelang acara persandingan biasanya melangsungkan acara betamat Qur’an yakni membaca kitab suci Al-Qur’an sebanyak 22 surah yang dimulai dari surah ke 93 (Ad-Dhuha) sampai dengan surah ke 114 (An-Nas) ditambah dengan beberapa ayat pada surah Al-Baqarah, ditutup dengan do’a khatam Qur’an, pembaca do’a biasanya guru mengaji pengantin tersebut.
Suatu kebiasaan yang unik dan lucu, ialah apabila pengantin telah sampai pada bacaan surah ke 105 (Al-Fiil) biasanya ramailah anak-anak dan remaja di sekitar itu memperebutkan telur masak sekaligus memakannya. Sebab menurut cerita konon yang mendapatkan telur masak itu akan menjadi terang hatinya, cepat menjadi pandai membaca kitab suci Al-Qur’an.
18. WALIMAH
Yang dimaksud dengan ‘walimah’ ialah suatu pesta perkawinan dalam rangkaian acara-acara perkawinan tersebut. Besar kecilnya walimah ini trgnatung pada kemampuan keluarga ‘ahli bait’ masing.
Menurut adat orang Banjar maka pohon (ahli bait atau tuan rumah) tidak aktif untuk bekerja dalam persiapan itu. Justru tetangga lah yang akan melaksanakan semua tugas-tugas, yang dibentuk semacam kepanitiaan yang disusun secara lisan saja. Biasanya membagi-bagi tugas sebagai berikut:
1. Nang jadi kepala gawe (pimpinan kegiatan)
2. Nang meurus tajak sarubung (mendirikan tenda)
3. Nang meurus pengawahan (bagian masak nasi dan ikan)
4. Nang meurus karasmin (mengurus kesenian)
5. Nang besaruan lalakian (pengundang untuk pria)
6. Nang besaruan bebinian (pengundang untuk wanita)
7. Nang menerima saruan (penerima tamu)
Dalam susunan pembagian tugas ini jelas terlihat bahwa sifat kegotong-royongan merupakan adat yang sangat menonjol sekali bagi para tetangga, tanpa diminta akan memberikan tenaga dan jasa-jasanya untuk kepentingan pelaksanaan perkawinan tersebut.
19. PETATAIAN
Petataian (pelaminan) dibuat secara khusus yang merupakan ciri khas banjar yang biasanya diletakkan tepat di ‘tawing halat’ (dinding batas tengah rumah) atau yang lazim disebut balai kencana. Terdapat juga yang dibangun khusus yang disebut balai warti yang terdiri dari tempat duduk untuk dua orang pengantin pria dan wanita yang berlatar belakang air Gucci yang gemerlapan dan pada kiri kanannya agak kebelakang tersusun bantal yang bersarung merah atau kuning bersulam benang emas, yang disebut ‘tetumpangan’. Di belakang tetumpangan terdapat pucuk tetumpangan yang berbentuk segitiga sama kaki dengan ornamen yang serasi dengan tetumpangannya. Di situ tersedia pula sesajian di atas piring kuningan besar yang diletakkan di atas bokor sesanggan kuningan.
20. BATATAIAN
Merupakan puncak dari acara perkawinan menurut adat banjar ini adalah pada upacara betataian (bersanding) pada tempat petataian. Acara ini yang dianggap paling bahagia oleh kedua pengantin ataupun keluarga mereka.
a. Pengantin wanita.
Pengantin wanita dengan tat arias pengantin bak amar gelung pancar matahari, baju lenagn pendek yang berendas epanjang pinggirannya, dikenal dengan nama baju poko. Dipangkal kedua tangannya terpasang kilat bahu dan gelang tangan jenis gelang tabu-tabu dilengkapi dengan menggunakan sepasang gelang kaki emas berbentuk akar atau buku manisan.
b. Pengantin Pria
Pakaian pengantin pria mengenakan baju jas buka yang terdiri dari baju bagian dalam warna putih, baju luar jas buka dengan warna yang sesuai dengan warna celana. Tutup kepala disebut laung tutup yang mempunyai cirri khas banjar tersendiri yaitu simpul laung dalam bentuk ‘lam djalalah’, memakai kalung samban dengan bogam melati sebanyak tiga atau lima, membawa kembang palimbaian menuju rumah pengantin wanita.
c. Tahap-tahapan betataian
a. Pengantin pria diantar
b. Betawak nasi lamak
c. Sujud dan makan bersama
d. Usung jinggung dan diarak
21. KELAMBU PENGANTIN
Begitu pentingnya kelambu pengantin ini bahkan menjadi suatu ukuran bagi orang untuk melihat sampai dimana kemampuan kepala keluarga yang sedang berminantu itu.
Kelambu ini selalu ditempatkan di kamar depan sebagai suatu bagian rumah yang utama, yakni ruangan tempat tidur sebelah kanan rumah banjar bahari, atau rumah bubungan tinggi (rumah beanjung). Karena pada waktu itu belum mengenal atau belum banyak mengenal ranjang. Kelambu itu digantung di ruang anjung dalam bentuk segi empat yang umumnya mempergunakan warna putih atau kuning muda. Di atas kelambu di pasang langit-langit dari kain yang agak tipis dengan sulaman kembang pancar matahari.
22. PENUTUP
Dalam kurun waktu yang panjang, adat istiadat atau tradisi perkawinan adat banjar ini mengalami beberapa perubahan baik tentang acaranya, busana atau sarana perlengkapan lainnya, sepanjang tidak menggeser keaslian tradisionalnya. Upaya-upaya para budayawan, perias pengantin banjar, dan penataan busana pengantin memang telah mengambil langkah-langkah untuk menetapkan suatu standar yang baku. Hal ini sangat penting agar cirri khas perkawinan adat banjar tersebut dapat terpellihara secara lestari.
23. Demikian urut – urutan prosesi perkawinan adat banjar yang masih diterapkan di lingkungan penduduk masyarakat Kalimantan selatan pada umumnya dan khususnya suku banjar yang berada di pinggiran kotamadya Banjarmasin yaitu di kelurahan teluk tiram kecamatan Banjarmasin barat.
SAJIAN ASTAKONA
24. Astakona adalah suatu istilah dari sastra Indonesia lama yang berarti segi banyak. Nasi astakona merupakan gambaran dari banyaknya sajian dari yang dihidangkan pada suatu tempat, khusus dari talam yang bertumpang ‘banyak’ tiga atau lima susun. Banyaknya sajian itu merupakan sebuah kesatuan hidangan yang terdiri atas tiga komponen pokok makanan, yaitu nasi, lauk pauk, dan buah – buahan. Hidangan nasi astakona berasal dari tradisi kesultanan banjar untuk suatu upacara tertentu atau santap bersama dengan adanya tamu kehormatan. Namun dalam kurun waktu selanjutnya disajikan dalam acara ‘bededapatan’, yaitu santap bersama bagi pengantin setelah bersanding di pelaminan (betataian).
25. Pencicipan nasi astakona. Secara simbolis penyendokkan pertama nasi astakona diambil dengan sendok kayu oleh seorang tokoh wanita tua dan menyerahkannya kepada tamu kehormatan. Bilamana dalam acara penganten, nasi tersebut diserahkan kepada kedua pengantin, selanjutnya diikuti oleh hadirin sesuai dengan kedudukan dan situasinya. Astakona sejak lama lazim tidak mempergunakan alat makan seperti sendok dan garpu karena di situ tersedia pula air tempat cuci tangan dan serbet kain.
26. Latar belakang filosofis.
Nasi astakona sesungguhnya memiliki makna filososfis dalam tata kehidupan orang banjar, hal itu dapat dilihat dan dihayati pada beberapa sarana dan bagian – bagian penyajian.
Talam dalam jumlah tiga atau lima menunjukkan jumlah yang ganjil, dimana dalam setiap bilangan dan sarana masyarakat banjar selalu menggunakan angka ganjil.
Makanan terdiri dari tiga komponen pokok (nasi dari beras/padi yang tumbuh di tanah, lauk pauk dari ikan yang hidup di air, dan buah-buahan yang tinggi di udara) adalah menggambarkan keterikatan hidup manusia dengan tanah, air, dan udara.
Dalam beberapa momen tertentu orang banjar selalu mendahulukan peranan orang tua (termasuk pengambilan pertama secara simbolik nasi astakona) sebagai lambang penghormatan terhadap orang yang memiliki kelebihan dalam hal usia, pengalaman, kewibawaan, dan afdhol (keutamaan dan barakat)
KESIMPULAN DAN SARAN
27. Kesimpulan. Perkawinan adat orang banjar adalah satu aspek budaya banjar yang harus dilestarikan kebudayaannya, karena profesi perkawinan tersebut menjadi identitas dan jati diri orang banjar sehingga keberadaannya perlu dilestarikan dan dibudayakan sehingga menjadi pengetahuan luas yang bermanfaat bagi generasi muda dewasa ini khususnya upaya mempelajari tata kehidupan adat perkawinan masyarakat banjar sejak waktu dulu sampai sekarang.
28. Saran. Dalam hubungan ini hendaknya disadari oleh para perias pengantin banjar agar tidak terpengaruh oleh tat arias dari luar daerah dan bahkan mungkin berakibat merekayasa menurut seleranya sendiri sehingga bias keluar dari tradisi dan tata adat banjar yang asli. Manakala hal itu terjadi maka keaslian dan kelestarian yang kita harapkan akan tercemar karenanya.
PENUTUP
29. Demikian tulisan ini disusun dengan harpan dapat bermanfaat dan sebagai bahan masukan bagi para pemegang otoritas serta untuk melengkapi tulisan lain yang sudah ada sebelumnya.
Banjarmasin, April 2011
Penulis
Senin, 10 Januari 2011
today is a day of missing
today is a day of missing
so shock to know that its need 600something to fix my broken handphone,,n the sadest thing is that i'm officially of from kindergarden.
i'm really gonna miss u my students..
*cant find any word to describe this feeling
cant make it(this blog post) any longer*
so shock to know that its need 600something to fix my broken handphone,,n the sadest thing is that i'm officially of from kindergarden.
i'm really gonna miss u my students..
*cant find any word to describe this feeling
cant make it(this blog post) any longer*
Jumat, 03 Desember 2010
Ketika Mereka Tidak Mengerti Prinsip Saya
pembicaraan yang mengusik pagi ini
saia sedang dalam penantian (jiah.bahasanya) nunggu pengumuman CPNS
dan sebelumnya pernah bilang ke ibu kalo saia ga mau minta tolong ke siapa2 sekalipun kita punya akses untuk itu, dan waktu itu ibu cuma diam, saia fikir ibu mengerti alasan dan minta tolong yang seperti apa yang saia maksud
sampai akhirnya tadi pagi bapak bilang "ibu nangis tu tadi malem, nggadang2 kamu jadi PNS, tapi katanya kamu ga mau minta tolong siapa2, ga mau pke duit juga ga mau hutang budi. jadi bapak bilang aja "ya sudah kita biarkan aja dulu pefry di tes yang ini biar dia tau kemampuannya n sadar klo kita ga bisa hidup tanpa pertolongan dari orang lain dan untuk minta tolong itu juga ada timbal jasanya""
glek!
1. kenapa diomongkan ke saia seolah2 saia ini bukan pefry
2. mang iya ibu mpe nangis? meragukan deh
3. bukan ituuuuuuuuuuu...ini bedaaaaaaaaaaaa...dari jaman pertama kali belajar agama n PPKn juaga saiadah ngerti klo kita ga bisa hidup tanpa pertolongan orang lain,,tapi ini bedaaaaaaaaa....!
sekarang gini ya,,oke saia mau minta tolong, tolong kasih saia guru buat mempelajari soal2 cpns, tolong kasih saia tips2 trik2 menyelesaikan soal2 cpns dengan cepat,,tapi tidak dalam hal administratif!!!!
oke lah saia minta tolong sama Sekda atau sama Bupati supaya saia bisa lolos tes CPNS,,lalu apa kabar orang2 yang lebih kompeten dari saya yang ga punya keluarga atw kenalan pejabat n ga punya uang??
yang saia mau, saia mendapatkan posisi PN ini karna memang saia pantas mendapatkannya,,kalu toh posisi itu jatuh ke tangan orang yang lebih kompeten (dalam hal ini:mengajar),lebih baik dalam pengajaran, dan bisa menghasilkan murid yang lebih pintar, lebih cerdas, then its ok for me. mungkin saia belum layak dan akan saia coba di tes PN berikutnya. se simple itu aja..
lagian, pekerjaan itu nanti bakal jadi pekerjaan seumur hidup buat saia, yang uang gajinya bakal saia pake buat menafkahi anak2 saia. apa rasanya..apa jadinya nanti klo ternyata saia mendapatkan pekerjaan itu dengan cara yang tidak benar,konkalikong,nepotisme, apalagi sampe korupsi??naudzubillah.saia tidak mau..
semoga suatu saat saya bisa menyampaikan hal ini ke ibu n bapak..n mereka bisa mengerti maksud saia.amin..
saia sedang dalam penantian (jiah.bahasanya) nunggu pengumuman CPNS
dan sebelumnya pernah bilang ke ibu kalo saia ga mau minta tolong ke siapa2 sekalipun kita punya akses untuk itu, dan waktu itu ibu cuma diam, saia fikir ibu mengerti alasan dan minta tolong yang seperti apa yang saia maksud
sampai akhirnya tadi pagi bapak bilang "ibu nangis tu tadi malem, nggadang2 kamu jadi PNS, tapi katanya kamu ga mau minta tolong siapa2, ga mau pke duit juga ga mau hutang budi. jadi bapak bilang aja "ya sudah kita biarkan aja dulu pefry di tes yang ini biar dia tau kemampuannya n sadar klo kita ga bisa hidup tanpa pertolongan dari orang lain dan untuk minta tolong itu juga ada timbal jasanya""
glek!
1. kenapa diomongkan ke saia seolah2 saia ini bukan pefry
2. mang iya ibu mpe nangis? meragukan deh
3. bukan ituuuuuuuuuuu...ini bedaaaaaaaaaaaa...dari jaman pertama kali belajar agama n PPKn juaga saiadah ngerti klo kita ga bisa hidup tanpa pertolongan orang lain,,tapi ini bedaaaaaaaaa....!
sekarang gini ya,,oke saia mau minta tolong, tolong kasih saia guru buat mempelajari soal2 cpns, tolong kasih saia tips2 trik2 menyelesaikan soal2 cpns dengan cepat,,tapi tidak dalam hal administratif!!!!
oke lah saia minta tolong sama Sekda atau sama Bupati supaya saia bisa lolos tes CPNS,,lalu apa kabar orang2 yang lebih kompeten dari saya yang ga punya keluarga atw kenalan pejabat n ga punya uang??
yang saia mau, saia mendapatkan posisi PN ini karna memang saia pantas mendapatkannya,,kalu toh posisi itu jatuh ke tangan orang yang lebih kompeten (dalam hal ini:mengajar),lebih baik dalam pengajaran, dan bisa menghasilkan murid yang lebih pintar, lebih cerdas, then its ok for me. mungkin saia belum layak dan akan saia coba di tes PN berikutnya. se simple itu aja..
lagian, pekerjaan itu nanti bakal jadi pekerjaan seumur hidup buat saia, yang uang gajinya bakal saia pake buat menafkahi anak2 saia. apa rasanya..apa jadinya nanti klo ternyata saia mendapatkan pekerjaan itu dengan cara yang tidak benar,konkalikong,nepotisme, apalagi sampe korupsi??naudzubillah.saia tidak mau..
semoga suatu saat saya bisa menyampaikan hal ini ke ibu n bapak..n mereka bisa mengerti maksud saia.amin..
Langganan:
Postingan (Atom)





